KSATRIA SOLDER Makin ke sini, lelaki itu mengerti: tak semua orang takut mati. Ada yang lelah menyaksikan dunia memuja citra, mengabaikan kompetensi, mengangkat kepalsuan, lalu menyuruh kejujuran mengalah. Dia pernah percaya kebaikan akan menemukan tempatnya, kesungguhan akan mendapat penghargaan, dan kepercayaan tak berakhir menjadi jalan masuk pengkhianatan. Waktu mengajarinya berbeda. Di bawah lampu meja kerja, dia menelusuri jalur motherboard, mengukur tegangan, menguji komponen. Kerusakan tak bisa dibujuk agar mengaku sehat. Namun manusia bisa merusak, berpura-pura benar, lalu menyebut pengkhianatan sebagai strategi. Malam-malam tertentu, dia merindukan kematian— bukan semata ingin mengakhiri hidup, melainkan lelah menghadapi dunia yang membuat kejujuran terasa asing. Dia tak ingin memenangkan permainan. Dia hanya ingin hidup tanpa harus menjadi bagian darinya. Namun pagi selalu membawa sesuatu yang belum selesai. Dia kembali menyalakan lampu, mengambil multimeter, memperbaiki yan...