Postingan

Kemampuan Bertanya: Infrastruktur Intelektual di Era Digital

Gambar
Di ruang kelas, di ruang rapat, dan di hadapan layar yang menyala hingga larut, kualitas masa depan sering ditentukan oleh satu variabel yang jarang disadari: cara seseorang bertanya. Banyak orang mengejar jawaban. Sedikit yang membangun disiplin bertanya. Padahal pertanyaan adalah arsitektur berpikir. Ia menentukan arah analisis, kedalaman pemahaman, dan mutu keputusan. Bertanya bukan sekadar keterampilan komunikasi. Ia adalah cermin struktur kognitif. Pertanyaan yang kabur menandakan pikiran yang belum terurai. Pertanyaan yang presisi menunjukkan bahwa realitas telah dipilah, variabel telah diidentifikasi, dan asumsi telah diuji. Dalam konteks ini, kemampuan bertanya adalah fondasi berpikir kritis. Bertanya sebagai Fondasi Pengetahuan Secara epistemologis, pengetahuan lahir dari problematisasi. Sejak era Aristotle, tradisi intelektual menekankan bahwa memahami sebab lebih tinggi nilainya daripada sekadar mengetahui fakta. Pertanyaan “apa” menghasilkan deskripsi. Pertanyaan “mengapa” ...
Gambar
Panduan Windows 10 22H2 untuk Mahasiswi UT S1 Manajemen Non-SIPAS (ASUS X441) Panduan Windows 10 22H2 untuk Mahasiswi UT S1 Manajemen Non-SIPAS (ASUS X441) Laptop bukan sekadar perangkat. Bagi mahasiswi Universitas Terbuka, ia adalah ruang kelas, perpustakaan, dan kantor administrasi dalam satu layar. Jika Anda menggunakan ASUS X441 dengan Windows 10 versi 22H2, panduan ini dirancang khusus untuk kebutuhan akademik Anda. Konteks Akademik Mahasiswi UT Non-SIPAS Sebagai mahasiswi S1 Manajemen Non-SIPAS, Anda bertanggung jawab penuh atas: Registrasi mata kuliah Mengelola dan membaca BMP (modul) Mengunggah tugas tepat waktu Mengikuti ujian online Laptop Anda adalah sistem kerja. Folder adalah arsip. Deadline adalah kontrak. Setup Wajib di ASUS X441 1. Struktur Folder Akademik D:\UT_S1_Manajemen   Semester_1   Semester_2   Semester_3 Di dalam setiap semester: BMP Tugas Diskusi Ujian Jangan menyimpan file penting di D...

Kritik atas Kesombongan yang Berubah Menjadi Kesombongan Baru

Ada paradoks yang jarang disadari dalam ruang publik modern. Seseorang berdiri mengecam kesombongan, tetapi cara mengecamnya justru menampilkan superioritas moral yang sama. Retorika berubah, posisi psikologis tetap. Yang berganti hanya topengnya. Kesombongan klasik mudah dikenali. Ia berbicara dari ketinggian, menunjuk dengan jari, dan mengklaim kepemilikan atas kebenaran. Namun kesombongan generasi baru lebih halus. Ia datang dengan bahasa empati, menyebut diri “inklusif”, dan mengutuk orang lain karena merasa lebih benar. Ia tidak berkata, “Aku paling tahu.” Ia berkata, “Aku lebih sadar.” Di sinilah ironi bekerja. Mengkritik kesombongan berarti menempatkan diri sebagai pihak yang melihat lebih jernih. Itu sah. Namun ketika kritik berubah menjadi klaim bahwa diri sendiri telah melampaui kesalahan yang dikritik, struktur kesombongan yang sama sedang dibangun ulang. Hanya fondasinya yang diganti dengan istilah etis. Masalahnya bukan pada kritik. Kritik adalah mekanisme koreksi sosial ...

Eksploitasi adalah tanda kegagalan berpikir sistemik.

Pendidikan Manajemen sebagai Proyek Etis dan Sistemik Reduksi pendidikan manajemen menjadi sekadar teknik memaksimalkan laba adalah penyederhanaan yang berbahaya. Dalam kerangka akademik yang utuh, manajemen bukan sekadar seni memperoleh keuntungan, melainkan disiplin yang mengelola kompleksitas organisasi melalui informasi, struktur, pengendalian, dan tanggung jawab etis. Secara konseptual, akuntansi manajemen menyediakan informasi untuk perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan internal. Informasi biaya, analisis varians, penganggaran, dan evaluasi kinerja bukan dirancang untuk membenarkan eksploitasi, melainkan untuk menciptakan efisiensi rasional dalam batas-batas akuntabilitas. Jika informasi tersebut digunakan untuk menekan karyawan secara tidak adil atau memanipulasi konsumen, maka yang keliru bukan ilmunya, melainkan orientasi moral penggunanya. Dalam perspektif sistem informasi manajemen, keputusan organisasi tidak berdiri di ruang hampa. Ia bergantung pada data yan...

Optimalisasi Manajemen Kinerja Servis Laptop

Optimalisasi manajemen kinerja servis laptop harus dibangun sebagai arsitektur terukur, bukan kebiasaan teknisi senior. Tanpa sistem, kualitas hanya bergantung pada siapa yang memegang obeng hari itu. Saya susun dalam lima pilar. 1. Standarisasi Proses Kerja Setiap unit yang masuk harus melalui alur tetap: Diagnosa awal terdokumentasi Persetujuan pekerjaan dan komitmen transaksi Pembongkaran sesuai SOP Pembersihan dan tindakan tambahan standar Perakitan ulang Pengujian menyeluruh Quality control terakhir sebelum serah terima Tanpa checklist tertulis, jangan mengklaim profesional. Checklist adalah alat kendali, bukan formalitas. 2. Key Performance Indicators (KPI) yang Rasional Kinerja teknisi tidak boleh dinilai dari ramai tidaknya pekerjaan. Itu keliru. Produktivitas Jumlah unit selesai per minggu Waktu rata rata pengerjaan per jenis kerusakan Kualitas Persentase komplain ulang Repeat issue dalam 7 sampai 14 hari Disiplin Proses Kelengkapan ...
 ETIKA BISNIS DAN DASAR OPERASIONAL SERVIS BERBASIS DIAGNOSIS (SBD) MATARAM IT ABSTRAK Paper ini menganalisis model operasional Servis Berbasis Diagnosis (SBD) pada Mataram IT sebagai bentuk praktik etika bisnis teknis dalam sektor jasa perbaikan elektronik. Pendekatan ini menolak metode perbaikan spekulatif dan menggantikannya dengan diagnosis terstruktur sebagai inti pengambilan keputusan. Landasan normatif model ini mengacu pada teori deontologi (Kant), teori tanggung jawab sosial (Carroll & Buchholtz), serta prinsip hak dan privasi konsumen. Paper ini menunjukkan bahwa integritas diagnosis, transparansi biaya, dan batas janji teknis merupakan bentuk konkret penerapan etika deontologis dalam praktik operasional mikro. I. PENDAHULUAN Industri servis laptop di Indonesia menghadapi persoalan klasik: praktik berbasis asumsi, cloning sistem tanpa analisis, serta minimnya transparansi risiko teknis. Fakta lapangan menunjukkan adanya metode servis yang mengabaikan konteks unit dan ...
Gambar
Kita gunakan panel pada gambar FNIRSI-1014D itu sebagai referensi langsung. Fokus: setting spesifik untuk ukur ripple adaptor 19V. Ikuti urutan ini secara presisi. STEP 1 — Koneksi Probe Colok probe ke CH1 (port BNC kiri bawah). Geser saklar probe ke 10X. Jepit ground ke negatif adaptor. Ujung probe ke pin positif 19V. Gunakan ground pendek, jangan kabel panjang. Jika ground panjang, Anda mengukur noise udara, bukan ripple. STEP 2 — Aktifkan Channel Tekan tombol CH1. Masuk ke CONF. Set: • Probe = 10X • Coupling = AC Alasan: kita ingin melihat fluktuasi kecil, bukan DC 19V. Jika tetap DC coupling, layar akan terdorong keluar. STEP 3 — Atur Skala Tegangan Gunakan knob VOLTS/DIV CH1 (knob vertikal kiri bawah cluster channel). Mulai dari: 100mV/div Jika ripple kecil: turunkan ke 50mV/div. Jika layar penuh: naikkan sedikit. Tujuannya: ripple memenuhi 3–5 divisi vertikal. STEP 4 — Atur Time Base Gunakan knob TIME/DIV (knob besar bagian hori...