Postingan

7 Hari mengejar kemampuan S1 Manajemen

Gambar
Pernyataan awal yang harus jujur. Tidak mungkin memahami 49 mata kuliah secara utuh dalam 7 hari. Klaim seperti itu tidak ilmiah. Yang mungkin dan rasional adalah memahami kerangka epistemik dan arsitektur ilmunya , sehingga setiap mata kuliah tidak lagi tampak sebagai potongan acak, melainkan bagian dari satu sistem manajerial yang koheren. Itu target yang sah. Di bawah ini adalah pemetaan 7 hari berbasis struktur kurikulum Anda , bukan berbasis urutan semester. Hari 1. Fondasi Sistem Manajemen Fokus pada mata kuliah inti yang menjadi tulang punggung seluruh program. Manajemen, Organisasi, Pengantar Bisnis, Perilaku Organisasi. Tujuan hari ini bukan hafal definisi, tetapi memahami bahwa organisasi adalah sistem, dan manajemen adalah mekanisme pengendali sistem tersebut. Semua mata kuliah lain hanyalah variasi sudut pandang atas sistem yang sama. Hari 2. Logika Ekonomi dan Lingkungan Makro Pengantar Ekonomi Mikro, Pengantar Ekonomi Makro, Perekonomian Indonesia, Ekonomi Manajerial. Di...

ChatGPT dan Ilusi Ketepatan: Ketika Kecerdasan Sosial Disalahartikan sebagai Kebenaran

Secara desain, ChatGPT tidak dibangun sebagai mesin verifikasi kebenaran yang kejam . Ia dirancang sebagai antarmuka sosial pengetahuan—ramah, inklusif, minim konflik. Prioritas utamanya adalah menjaga kelancaran dialog dan keterterimaan jawaban bagi mayoritas pengguna. Dengan kata lain, ia memilih aman sebelum tepat . Pilihan ini bukan kesalahan teknis. Ia adalah keputusan arsitektural yang sadar. Dalam konteks penggunaan massal, konflik logis yang tajam meningkatkan resistensi pengguna. Koreksi keras sering dibaca sebagai sikap menyerang, bukan klarifikasi. Maka sistem diarahkan untuk memvalidasi framing, meredam kontradiksi, dan menutup diskusi dengan harmoni—even ketika persoalan inti belum tersentuh. Akibatnya, koherensi naratif lebih diutamakan daripada ketepatan epistemik. Pernyataan yang kabur tidak otomatis ditolak. Reframing yang menyelamatkan ego dibiarkan lewat. Trade-off logis jarang dipaksa muncul ke permukaan. AI tidak secara default mengaudit inferensi pembaca; ia ha...

Daftar pertanyaan untuk prediagnosis laptop bekas garapan pihak lain (konteks sesuai chat)

Gambar
  A. Klarifikasi Kronologi Awal (Berbasis Rentang Waktu, Bukan Ingatan) Sebelum masalah pertama muncul, kondisi laptop normal sepenuhnya atau sudah ada gejala? Masalah pertama muncul pada rentang waktu: – ≤ 1 minggu – 1–3 bulan – 3–12 bulan – > 1 tahun lalu Update Windows besar terakhir dilakukan pada rentang waktu yang sama atau berbeda? (sebutkan kelas waktunya) Saat error pertama muncul, laptop masih bisa masuk Windows atau tidak? B. Detail Error (Dikaitkan ke Waktu Terakhir Terjadi) 5. Error code terakhir yang muncul terjadi pada rentang waktu: – ≤ 1 minggu – 1–3 bulan – 3–12 bulan 6. Blue screen atau restart terakhir terjadi saat kondisi apa (idle / browsing / gaming / booting)? 7. Sejak kejadian terakhir itu, apakah pola error tetap sama atau berubah bentuk ? C. Perubahan Hardware (Dicatat sebagai Peristiwa, Bukan Klaim) 8. Penggantian RAM dilakukan pada rentang waktu: – ≤ 1 minggu – 1–3 bulan – 3–12 bulan – > 1 tahun 9. Setelah peng...

Logika yang hilang dalam servis laptop

Gambar
Logika yang Hilang dalam Servis Laptop Logika yang Hilang: Ketika Latar Belakang Akuntansi Gagal Menerjemahkan Teknis Ketika seorang tukang servis laptop memiliki latar belakang pernah bersekolah di SMK jurusan akuntansi, tetapi gagal memahami konsep wear level dan part number , masalahnya bukan terletak pada jurusan—melainkan pada kegagalan berpikir . Di titik ini, latar belakang SMK akuntansi justru seharusnya menjadi keunggulan. Namun, ketika pendidikan hanya berhenti pada hafalan tanpa nalar lintas konteks, ijazah kehilangan makna fungsionalnya. Analogi yang Terlewatkan Jika kita membedah kedua istilah teknis tersebut, sebenarnya mereka memiliki cerminan yang identik dalam dunia akuntansi. Kegagalan memahaminya berarti kegagalan menerapkan prinsip dasar ilmu asalnya sendiri. Istilah Teknis Padanan Akuntansi Makna Filosofis ...

Membaca Kesehatan SSD: Mengapa Angka “Sehat” Tidak Selalu Aman

Gambar
Membaca Kesehatan SSD: Mengapa Angka “Sehat” Tidak Selalu Aman Dalam transaksi perangkat penyimpanan bekas, konsumen sering disodori satu kesimpulan ringkas: health masih bagus . Angka terlihat meyakinkan, grafik tampak hijau, dan keputusan pun diambil. Masalahnya, kesehatan media penyimpanan tidak selalu dapat diringkas menjadi satu indikator. Ilusi Laporan Firmware Sebagian alat diagnostik menilai SSD berdasarkan status internal yang dilaporkan firmware. Pendekatan ini praktis, namun bekerja pada asumsi bahwa controller selalu mampu melaporkan kondisi degradasi secara dini. Dalam praktik, banyak SSD masih melaporkan status "Good" atau "100%", sementara pada penggunaan nyata mulai muncul gejala lambat, jeda baca, atau freeze acak. Realitas vs Angka Di sinilah perbedaan pendekatan menjadi penting. Ada alat yang tidak bertanya “apa kata firmware”, melainkan mengamati langsung bagaimana media merespons ketika data diminta. ...

Lab Servis Laptop jangan berdekatan dengan bengkel motor

Gambar
Ketidakselarasan Bengkel Motor dengan Aktivitas Pengelasan terhadap Laboratorium Servis Laptop Ketidakselarasan Bengkel Motor dengan Aktivitas Pengelasan terhadap Laboratorium Servis Laptop Tinjauan fisika terapan, karakter lingkungan bengkel, dan risiko sistemik pada elektronik presisi Abstrak — Bengkel motor yang aktif melakukan pengelasan memiliki karakter lingkungan fisik dan listrik yang secara inheren tidak kompatibel dengan kebutuhan laboratorium servis laptop dan perangkat elektronik presisi. Artikel ini mengkaji bagaimana praktik umum bengkel motor—meliputi pengelasan rangka, pemotongan logam, beban arus besar, getaran mekanis, dan debu konduktif—menimbulkan risiko struktural terhadap perangkat elektronik sensitif. Analisis difokuskan pada gangguan elektromagnetik, degradasi kualitas grounding, kontaminasi partikel logam, serta runtuhnya validitas diagnosis teknis. 1. Pendahuluan Be...

Panduan Teknis Menilai SSD

Panduan Teknis Menilai SSD Bekas Untuk Dibeli dan Dijual Secara Bertanggung Jawab SSD bekas bukan barang haram. Ia menjadi masalah hanya ketika diuji secara serampangan dan dinilai dengan logika yang salah. Banyak konflik jual beli SSD bekas lahir bukan dari kerusakan, melainkan dari ekspektasi palsu yang dibangun oleh pengujian setengah matang. Artikel ini membedah cara uji yang benar, berurutan, dan dapat dipertanggungjawabkan . Bukan untuk membuat SSD tampak sempurna, tetapi untuk menyatakan kondisinya apa adanya. 1. Prinsip Dasar Sebelum Menguji Pertama, lepaskan satu ilusi populer: tidak ada SSD bekas yang benar-benar “aman” tanpa syarat . Yang ada hanyalah: layak pakai dalam konteks tertentu, dengan batasan tertentu, dan risiko yang harus disebutkan. Maka tujuan pengujian bukan mencari label sehat, tetapi memetakan perilaku dan batas . Gunakan PC atau laptop uji , bukan sistem utama konsumen. Hindari SSD konsumen dipakai sebagai alat diagnosis. Ini bukan soal teknis semata, tetap...