Kemampuan Bertanya: Infrastruktur Intelektual di Era Digital
Di ruang kelas, di ruang rapat, dan di hadapan layar yang menyala hingga larut, kualitas masa depan sering ditentukan oleh satu variabel yang jarang disadari: cara seseorang bertanya. Banyak orang mengejar jawaban. Sedikit yang membangun disiplin bertanya. Padahal pertanyaan adalah arsitektur berpikir. Ia menentukan arah analisis, kedalaman pemahaman, dan mutu keputusan. Bertanya bukan sekadar keterampilan komunikasi. Ia adalah cermin struktur kognitif. Pertanyaan yang kabur menandakan pikiran yang belum terurai. Pertanyaan yang presisi menunjukkan bahwa realitas telah dipilah, variabel telah diidentifikasi, dan asumsi telah diuji. Dalam konteks ini, kemampuan bertanya adalah fondasi berpikir kritis. Bertanya sebagai Fondasi Pengetahuan Secara epistemologis, pengetahuan lahir dari problematisasi. Sejak era Aristotle, tradisi intelektual menekankan bahwa memahami sebab lebih tinggi nilainya daripada sekadar mengetahui fakta. Pertanyaan “apa” menghasilkan deskripsi. Pertanyaan “mengapa” ...