Data Historis RH di Lombok
Analisis klimatologis menunjukkan Pulau Lombok memiliki kelembapan relatif harian dan bulanan yang sangat tinggi. Sebagai gambaran, data BMKG NTB (tahun 2017) mencatat kelembapan udara rata‑rata provinsi NTB sekitar 78–85% (rata‑rata tahunan), dengan nilai minimum 57–64% dan maksimum 94–96%[1]. Sebuah studi iklim 25 tahun Pulau Lombok menemukan nilai rata‑rata bulanan RH berkisar 87,70–89,83%, tertinggi pada April (~89,8%) dan terendah pada Oktober (~87,7%)[2]. Di wilayah Lombok Barat (tahun 2010), kelembapan juga tergolong tinggi, dengan kisaran rata‑rata sekitar 82%, maksimum ~85% (Mei) dan minimum ~79% (Agustus)[3]. Data ini menggambarkan bahwa kelembapan bulanan Lombok umumnya di atas 80% sepanjang tahun.
|
Sumber Data / Studi |
Rata‑rata RH |
RH Min/Max |
Keterangan |
|
BMKG NTB (tahun 2017)[1] |
78–85% |
57–64% (min),<br>94–96% (max) |
Rata-rata tahunan NTB |
|
Studi Klimatologi Pulau Lombok (25 tahun)[2] |
87.70–89.83% (rata‑rata bulanan) |
87.70% (Okt), 89.83% (Apr) |
Rata-rata bulanan Lombok |
|
Data Kebarakan Lombok Barat (2010)[3] |
~82% |
79% (Agu), 85% (Mei) |
Kecamatan Kediri, Lombok Barat |
RH Saat Ini
Kondisi kelembapan saat ini di Lombok juga masih sangat tinggi, terutama di musim hujan. Buletin cuaca BMKG prakiraan Februari 2023 misalnya menyebut RH berkisar 75–95% di Pulau Lombok[4]. Prediksi harian BMKG untuk Lombok (misal 11 Jan 2026) sering menunjukkan RH mendekati 100% pada malam/mendung[5]. Secara umum, selama musim hujan (Nov–Mar) kelembapan harian Lombok sering di atas 85–90%, sementara musim kemarau (Juni–Sep) kelembapan siang hari bisa turun mendekati 40–50% namun tetap tinggi (>80%) di malam hari[6].
Prediksi RH Jangka Panjang
Proyeksi iklim global menunjukkan peningkatan suhu rata‑rata, yang meningkatkan kapasitas udara menahan uap air, namun kelembapan relatif di daerah tropis umumnya diperkirakan tidak berubah drastis dalam puluhan tahun ke depan. Secara umum, model iklim CMIP6 dan hasil IPCC memperkirakan perubahan RH dekat permukaan relatif kecil di zona tropis meski suhu naik (siklus pengembunan tetap konstan)[2][1]. Tidak ada proyeksi lokal spesifik untuk Lombok, tetapi kecenderungan umum di Asia Tenggara adalah kelembapan absolut meningkat (udara lebih lembab mutlak), sementara RH relatif cenderung mendekati nilai sekarang (~80–90%) dalam skenario pemanasan hingga akhir abad ini.
Implikasi Terhadap Elektronik
Kelembapan tinggi konsisten di Lombok memiliki implikasi serius bagi perangkat elektronik. Kelembapan udara yang tinggi menyebabkan kondensasi dan korosi logam internal. Misalnya, kelembapan dapat “menyelinap” ke dalam perangkat dan menimbulkan korosi pada komponen logam serta hubungan pendek pada sirkuit[7][8]. Bahkan tanpa kontak langsung dengan air, uap air ini bisa memicu oksidasi komponen internal dan arus bocor, merusak kualitas sambungan listrik[7][9]. Sebagai gambaran lokal, kelembapan tinggi diatur sebagai “musuh utama” perangkat elektronik di iklim tropis, karena memicu oksidasi konektor dan korsleting listrik yang merusak fungsi perangkat[8].
Dalam praktik servis elektronik di Lombok, tingginya kelembapan menjelaskan banyak klaim kerusakan “tanpa kena air”. Walau pengguna menyatakan tidak pernah terkena cipratan air, kadar RH sekitar 80–90% hampir sehari-hari di Pulau Lombok (terutama musim hujan) dapat menimbulkan korosi tersembunyi. Korosi tersebut memicu kegagalan rangkaian, yang sering terjadi secara bertahap dan tidak langsung terlihat. Oleh karena itu, teknisi elektronik tropis sering menyimpulkan bahwa kelembapan lingkungan adalah penyebab utama kerusakan, bukan kebocoran cairan. Pencegahan dengan manajemen iklim (pendingin/dehumidifier, silica gel) dan pemantauan humidity diperlukan untuk melindungi perangkat dari kerusakan internal akibat kelembapan tinggi[8][7].
Sumber: Data dan analisis kelembapan Lombok dari BMKG dan studi klimatologi lokal[1][2][3]; riset dan artikel teknis dampak kelembapan terhadap elektronik[8][7][9].
[1] data.ntbprov.go.id
https://data.ntbprov.go.id/storage/resource_file/9yGs7pl9UPBMbFZFkuT3dIz7CKRNdkVdczxTk0SX.pdf
[2] (PDF) ANALISIS KARAKTERISTIK KEDALAMAN HUJAN DAN IKLIM DI PULAU LOMBOK
[3] Laporan PKL Fix | PDF
https://id.scribd.com/document/832003663/LAPORAN-PKL-FIX
[4] [5] Buletin Iklim | Detail
https://staklim-ntb.bmkg.go.id/buletin/detail/102
[6] stamet-ntb.bmkg.go.id
https://stamet-ntb.bmkg.go.id/buletin/1755227657.pdf
[7] Humidity Control's Surprising Impact on Electronics Quality and Yield - UltraPure Systems
https://ultrapureus.com/humidity-impact-electronics-manufacturing/
[8] 9 Tips Menjaga Produk Elektronik dari Kelembapan Udara
https://www.desitechgel.com/tips-menjaga-produk-elektronik-dari-kelembapan/
[9] Moisture Impact on Electronics: Risks & Solutions - ZESTRON
https://www.zestron.com/en/know-how/applications-analytic/moisture-on-assemblies
Komentar
Posting Komentar