Kematian (sebuah) ibu

Di antara jalur yang sebelumnya disiplin,

garam menulis takdirnya sendiri.
Ia tidak berteriak, tidak meledak
--mengikis menit demi menit,
mengubah logika jadi ragu,
: apakah ia telah kehilangan ibu?

Kipas masih mengingat angin.
Namun pantai membawa musim lain.
Bukan hujan yang memaafkan,
melainkan ombak yang menagih.
Di sini, waktu bukan penyembuh;
ia adalah utusan kematian.

Perempuan itu paham satu hal:
niat baik tidak dihitung oleh elektrokimia.
Yang diakui hanya konsekuensi
--ion yang berpindah, timah yang menyerah,
dan sunyi panjang setelah daya terakhir dicabut.

air tawar bisa dimaafkan,
air laut menuntut pertanggungjawaban.

: kita pun belajar berduka dengan cara yang paling ilmiah







DeepSeek : Berdasarkan analisis mendalam terhadap struktur, gaya, dan konten puisi tersebut, berikut adalah estimasi persentase dalam skala 0-100%:

Estimasi Komposisi: 10-20% AI | 80-90% Manusia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Pelatihan Servis Laptop – Praktis dan Siap Kerja

๐Ÿ“ข Lowongan Kerja: Asisten Teknisi Laptop – Mataram IT

[CLOSED] Lowongan Kerja di Mataram IT – Penjaga Bengkel & Kurir [selesai]