Mengapa Diagnosis Dibayar, Walau Perbaikan Tidak Selalu Berhasil


Mengapa Diagnosis Dibayar Walau Perbaikan Tidak Selalu Berhasil

Mengapa Diagnosis Dibayar, Walau Perbaikan Tidak Selalu Berhasil

Dalam layanan teknis, masalah utama bukan soal mahal atau murah. Masalahnya adalah kejelasan.

Di bagian awal buku Harta Haram Muamalat Kontemporer, Dr. Erwandi Tarmizi mengutip peringatan Umar bin Khattab:

“Jangan berjualan di pasar ini kecuali orang yang memahami muamalat.”
(tercantum pada sampul dan halaman awal buku)

Pesan ini bukan soal simbol agama, melainkan soal tanggung jawab. Pasar adalah ruang berisiko. Orang yang tidak memahami hakikat transaksi akan merugikan pihak lain, meski tanpa niat jahat.

Diagnosis adalah kerja, bukan janji hasil

Dalam pembahasan tentang transaksi yang tidak jelas hasil dan risikonya, buku ini menegaskan bahwa menjual sesuatu yang belum jelas hakikatnya adalah cacat transaksi.

Pembahasan ini dapat ditemukan pada Bab III: Gharar Harta Haram, sekitar halaman 237–245 cetakan ke-12.

Karena itu, dalam servis perangkat, “hasil hidup” sebelum diagnosis adalah sesuatu yang belum jelas. Yang wajar dibayar terlebih dahulu adalah proses analisis, bukan janji keberhasilan.

Persetujuan tanpa pemahaman tetap bermasalah

Buku ini juga menegaskan bahwa kerelaan dua pihak saja tidak cukup, jika salah satunya tidak memahami hakikat transaksi yang sedang dijalani.

Prinsip ini dibahas dalam Bab II: Harta Haram Hasil Kezaliman, sekitar halaman 39–45.

Artinya, konsumen boleh setuju, tetapi persetujuan itu harus didasarkan pada penjelasan yang jujur tentang kondisi unit, risiko, dan batas pemulihan.

Tidak semua kerusakan layak dijanjikan selesai

Pada pembahasan transaksi modern yang penuh ketidakpastian, penulis mengkritik praktik yang menjual kepastian di atas kondisi yang secara nyata tidak pasti.

Bagian ini dibahas dalam Bab III.12: Gharar dalam Muamalat Kontemporer, sekitar halaman 260–270.

Karena itu, pada kasus bekas gagal servis, korosi berat, atau indikasi kerusakan papan utama, kami tidak menjanjikan kesempurnaan. Kami hanya menjanjikan penilaian jujur dan tindakan sejauh yang masuk akal.

Menghentikan pengerjaan bukan kegagalan

Buku ini menegaskan bahwa tidak semua peluang keuntungan harus diambil jika berisiko menimbulkan ketidakadilan.

Prinsip ini ditegaskan pada bagian akhir Bab II, sekitar halaman 230–235.

Karena itu, menghentikan servis saat risiko lebih besar daripada manfaat adalah keputusan profesional, bukan kegagalan teknisi.

Mengapa pembatalan tetap dikenakan biaya diagnosis

Dalam transaksi jasa, manfaat tidak selalu berbentuk barang. Manfaat bisa berupa analisis, waktu, dan keputusan teknis. Mengambil manfaat tersebut tanpa imbalan adalah ketidakadilan.

Prinsip ini dibahas pada Bab II, sekitar halaman 41–43.

Maka meskipun perbaikan tidak dilanjutkan, biaya diagnosis tetap berlaku karena kerja sudah dilakukan dan kejelasan sudah diberikan.

Penutup

Kami tidak menjual kepastian di tempat yang secara teknis tidak pasti.

Kami menjual kejelasan, batas, dan keputusan yang bisa dipertanggungjawabkan.

Pendekatan ini mungkin terasa dingin, namun kejujuran jarang terasa hangat. Tanpanya, kepercayaan hanya bertahan sebentar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Pelatihan Servis Laptop – Praktis dan Siap Kerja

๐Ÿ“ข Lowongan Kerja: Asisten Teknisi Laptop – Mataram IT

[CLOSED] Lowongan Kerja di Mataram IT – Penjaga Bengkel & Kurir [selesai]