Skema transaksi bertahap pada kasus laptop terkena hujan (draft)

Skema transaksi bertahap pada kasus laptop terkena hujan harus dibangun di atas satu asumsi dasar yang sering diabaikan pasar. Kerusakan akibat air bukan peristiwa tunggal, melainkan proses degradasi. Air masuk hari ini, oksidasi bekerja diam diam, kegagalan bisa muncul besok, minggu depan, atau saat beban naik. Karena itu transaksi yang jujur tidak boleh dipaksa selesai dalam satu tahap seolah risikonya statis.

Tahap pertama adalah penerimaan dan isolasi risiko. Di titik ini yang dibayar bukan janji hidup, melainkan hak teknisi untuk membuka, mengeringkan, dan menghentikan kerusakan lanjutan. Fokusnya pencegahan, bukan pemulihan. Secara transaksi, ini sah sebagai biaya awal atau uang titip yang posisinya jelas bukan jaminan hasil. Unit boleh mati total, dan itu tetap konsisten secara logika karena air sudah lebih dulu merusak sebelum tangan teknisi bekerja.

Tahap kedua adalah diagnosis setelah unit stabil secara fisik. Stabil di sini berarti tidak lagi basah, tidak ada short aktif, dan sistem daya bisa diamati. Baru pada fase ini peta kerusakan mulai terbaca. Komponen mana yang masih sehat, mana yang rapuh, mana yang sudah melewati ambang wajar. Biaya pada tahap ini membayar analisis dan pengujian, bukan perbaikan final. Jika hasil diagnosis menunjukkan risiko laten terlalu tinggi, transaksi boleh berhenti tanpa narasi gagal. Yang terjadi hanyalah penghentian rasional.

Tahap ketiga adalah pemulihan fungsional minimum. Targetnya terbatas dan dingin. Mesin menyala, sistem stabil, fungsi utama berjalan. Tidak ada klaim awet, tidak ada janji estetika, tidak ada glorifikasi. Pembayaran mengikuti capaian ini. Jika tercapai, itu keberhasilan parsial yang sah. Jika tidak tercapai, biaya tahap sebelumnya tetap legitimate karena kerja intelektual dan teknis sudah dilakukan.

Tahap keempat bersifat opsional dan hanya masuk jika semua pihak sadar risikonya meningkat. Ini wilayah optimasi atau perbaikan lanjutan. Membersihkan sisa korosi mikro, mengganti komponen pendukung, atau mengejar kestabilan jangka lebih panjang. Secara akuntansi etis, tahap ini tidak boleh digabungkan ke tahap awal. Ia harus berdiri sendiri agar konsumen tidak terjebak ilusi bahwa sejak awal semua bisa dipulihkan sempurna.

Inti skema ini sederhana namun sering ditolak pasar. Risiko tidak bisa dipindahkan seluruhnya ke teknisi, dan harapan tidak boleh dibayar sebelum realitas terukur. Transaksi bertahap bukan cara memperpanjang biaya, melainkan cara memecah ketidakpastian agar adil bagi dua pihak. Mesin yang pernah kehujanan tidak lagi netral. Memaksanya tunduk pada skema servis instan adalah kebohongan yang rapi, tapi tetap kebohongan.


Ringkasnya begini.
Tahap satu membayar pencegahan. Pengeringan dan isolasi risiko, tanpa janji hidup.
Tahap dua membayar diagnosis. Membaca kerusakan nyata setelah unit stabil.
Tahap tiga membayar hasil minimum. Mesin menyala dan stabil, tanpa klaim awet.
Tahap empat opsional. Optimalisasi lanjutan dengan risiko sadar.

Transaksi bertahap bukan mahal, tapi jujur.
Sekali bayar hanya cocok untuk kerusakan sederhana, bukan untuk air yang bekerja diam diam.

==========

Versi ringkas, lurus, dan bisa dipakai sebagai kebijakan operasional.

Tahap 1. Pembongkaran, cleaning, dan pengeringan alami selama 7 hari.
Biaya Rp200.000.
Ini murni tindakan penyelamatan dan pencegahan korosi lanjutan, tanpa janji hidup.
Jika di tahap ini laptop tidak menunjukkan tanda nyala sama sekali, proses bisa dihentikan atau dibuat kesepakatan baru untuk masuk ke ranah reparasi motherboard.

Tahap 2. Jika laptop menunjukkan respons nyala, baik dengan display maupun tanpa display, proses dilanjutkan.
Dilakukan penggantian thermal paste dan penanganan termal dasar.
Tambahan biaya Rp700.000.
Tujuannya memastikan sistem cukup stabil untuk diuji lebih jauh, bukan menjamin usia pakai.

Tahap 3. Jika mainboard berhasil masuk OS dan display normal, dilakukan pengecekan fungsi fungsional.
Meliputi keyboard, touchpad, port, audio, dan fungsi dasar lain.
Jika hasilnya wajar dan tidak ada anomali signifikan, unit dirakit utuh dan siap diserahkan.

Struktur ini menegaskan satu hal.
Biaya mengikuti progres nyata, bukan harapan.
Gagal di tahap awal bukan kegagalan servis, melainkan batas teknis yang diakui sejak awal.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Pelatihan Servis Laptop – Praktis dan Siap Kerja

๐Ÿ“ข Lowongan Kerja: Asisten Teknisi Laptop – Mataram IT

[CLOSED] Lowongan Kerja di Mataram IT – Penjaga Bengkel & Kurir [selesai]