Kita gunakan panel pada gambar FNIRSI-1014D itu sebagai referensi langsung.

Fokus: setting spesifik untuk ukur ripple adaptor 19V.

Ikuti urutan ini secara presisi.


STEP 1 — Koneksi Probe

  1. Colok probe ke CH1 (port BNC kiri bawah).

  2. Geser saklar probe ke 10X.

  3. Jepit ground ke negatif adaptor.

  4. Ujung probe ke pin positif 19V.

  5. Gunakan ground pendek, jangan kabel panjang.

Jika ground panjang, Anda mengukur noise udara, bukan ripple.


STEP 2 — Aktifkan Channel

  1. Tekan tombol CH1.

  2. Masuk ke CONF.

  3. Set:
    • Probe = 10X
    • Coupling = AC

Alasan: kita ingin melihat fluktuasi kecil, bukan DC 19V.

Jika tetap DC coupling, layar akan terdorong keluar.


STEP 3 — Atur Skala Tegangan

Gunakan knob VOLTS/DIV CH1 (knob vertikal kiri bawah cluster channel).

Mulai dari:

100mV/div

Jika ripple kecil:
turunkan ke 50mV/div.

Jika layar penuh:
naikkan sedikit.

Tujuannya: ripple memenuhi 3–5 divisi vertikal.


STEP 4 — Atur Time Base

Gunakan knob TIME/DIV (knob besar bagian horizontal).

Mulai dari:

10ยตs/div

Kemudian coba:

5ยตs/div

Adaptor SMPS biasanya switching di puluhan sampai ratusan kHz. Time base ini membuat pola ripple terlihat jelas.

Jika terlalu lambat (1ms/div), ripple terlihat seperti garis tebal.


STEP 5 — Trigger

Tekan AUTO.

Lalu:

• Mode = Auto
• Edge = Rising
• Level = sekitar tengah gelombang

Ripple kecil sering tidak butuh trigger presisi tinggi. Tujuannya hanya stabilkan tampilan.


STEP 6 — Aktifkan Pengukuran

Tekan tombol MEASURE.

Pilih:

Vpp

Itu angka utama yang kita cari.


STEP 7 — Evaluasi Angka

Adaptor 19V sehat:

< 100mV peak-to-peak pada beban ringan–normal.

Jika:

150–200mV → mulai lemah.

300mV → kapasitor output patut dicurigai.
Spike tajam tinggi → ESR naik atau layout buruk.


STEP 8 — Validasi Beban

Ripple tanpa beban sering menipu.

Untuk hasil realistis:

• Sambungkan ke laptop.
atau
• Gunakan resistor beban 2–3A.

Ripple nyata muncul saat arus mengalir.


Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi

  1. Probe di 10X tapi setting menu 1X.
    Hasil salah 10 kali lipat.

  2. Tidak pakai AC coupling.
    Layar terlihat “tenang” padahal ripple tersembunyi.

  3. Ground panjang.
    Noise terlihat besar, adaptor dituduh rusak padahal tidak.


Ripple bukan soal ada atau tidak.
Semua SMPS punya ripple.

Yang diuji adalah kestabilan regulasi.



---


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Pelatihan Servis Laptop – Praktis dan Siap Kerja

[CLOSED] Lowongan Kerja di Mataram IT – Penjaga Bengkel & Kurir [selesai]

๐Ÿ“ข Lowongan Kerja: Asisten Teknisi Laptop – Mataram IT