Mengapa setelah pakai adaptor orginal, laptop justru mati total?
Adaptor KW bekerja dengan filosofi yang berbeda. Ia umumnya bersifat permisif: selama belum jebol, arus tetap dialirkan. Tidak ada penilaian, tidak ada koreksi. Akibatnya, laptop tampak menyala normal. Namun “menyala” di sini hanyalah fakta visual, bukan diagnosis kesehatan.
Dari titik ini, perhatian harus diarahkan ke motherboard.
Ada beberapa kemungkinan teknis yang masuk akal. Salah satunya adalah short parsial atau resistansi rendah di jalur input—biasanya setelah DC jack, MOSFET proteksi, atau menuju charger IC. Kondisi ini sering tidak terdeteksi sebagai short total karena resistansinya tidak nol. Masalahnya muncul justru di fase awal saat kapasitor input mengisi. Arus melonjak tajam, meski hanya sesaat. Adaptor original membaca lonjakan ini sebagai anomali dan menghentikan suplai. Adaptor KW tidak bereaksi.
Kemungkinan lain adalah komponen proteksi di motherboard yang telah melemah. MOSFET dengan gate leakage, kapasitor input dengan ESR yang menyimpang, atau charger IC yang menjadi terlalu sensitif. Secara fungsi, sistem masih berjalan. Namun secara elektrikal, profil arusnya tidak lagi bersih saat start-up. Ini cukup untuk memicu proteksi adaptor yang disiplin.
Ada pula kasus di mana desain motherboard sudah berada di ambang toleransi, lalu diperparah oleh usia, panas berlebih, atau riwayat pemakaian berat. Hasilnya: perangkat masih hidup, tetapi sudah keluar dari kondisi ideal yang diasumsikan oleh adaptor original.
Kesimpulannya sederhana, tetapi tidak nyaman.
Adaptor original menolak bukan karena ia bermasalah, melainkan karena ia mendeteksi ketidakpatuhan terhadap spesifikasi arus awal. Ini bukan bukti mutlak adanya kerusakan permanen, tetapi sinyal jelas bahwa jalur input motherboard tidak lagi berada dalam kondisi sehat saat start-up.
Dan di dunia teknis, sesuatu yang hidup karena “dibiarkan” biasanya sedang menunggu waktu untuk gagal.
Komentar
Posting Komentar