Secara strategis, AI seharusnya diposisikan sebagai alat bantu kognitif, bukan sebagai mesin penjawab tugas.

Mahasiswa Universitas Terbuka memang memperoleh akses Microsoft 365

Kit Mahasiswa – Universitas Ter…

. Di dalam ekosistem tersebut terdapat fitur berbasis AI seperti Copilot. Artinya, secara infrastruktur, peluang itu ada. Yang menentukan bukan teknologinya, tetapi cara penggunaannya.

Masalahnya sederhana dan keras:
Jika AI dipakai untuk menggantikan proses berpikir, itu bunuh diri akademik.
Jika AI dipakai untuk memperkuat proses berpikir, itu akselerator.

Dalam konteks Non-SIPAS yang menuntut kemandirian ekstrem, AI bisa digunakan secara sah dan produktif dengan prinsip berikut.

Pertama, sebagai alat klarifikasi konsep. Setelah membaca modul, mahasiswa bisa meminta AI menjelaskan ulang dengan bahasa berbeda, lalu membandingkannya dengan pemahaman sendiri. Ini memperkuat active recall, bukan menggantikannya.

Kedua, sebagai simulator soal. Mahasiswa dapat meminta AI membuat soal esai atau pilihan ganda berdasarkan topik tertentu, lalu menjawabnya sendiri tanpa melihat bantuan. AI di sini berfungsi sebagai generator latihan, bukan pemberi jawaban final.

Ketiga, sebagai alat strukturisasi. Untuk Take Home Exam, AI bisa membantu menyusun kerangka jawaban (outline), tetapi isi analisis tetap harus berasal dari modul dan pemahaman pribadi. Struktur boleh dibantu; substansi tidak boleh diimpor mentah.

Keempat, sebagai asisten editorial. Gunakan AI untuk memeriksa logika argumentasi, tata bahasa, atau koherensi paragraf setelah draf selesai. Itu fungsi valid dan etis.

Namun batasnya jelas. Jangan pernah:
– Meminta AI menjawab tugas lalu langsung disalin.
– Menggunakan AI untuk parafrase otomatis tanpa memahami isi.
– Mengandalkan AI saat ujian online yang mensyaratkan integritas individu.

Sistem deteksi plagiasi semakin canggih. Risiko nilai nol bukan ancaman kosong.

Non-SIPAS adalah arena manajemen diri. AI bukan pengganti disiplin. Ia adalah pisau tajam: bisa membedah kebodohan, bisa juga melukai pemiliknya.

Jika dikelola dengan etika dan kesadaran, Copilot bukan ancaman. Ia bisa menjadi katalis produktivitas mahasiswa bekerja yang waktunya terbatas. Tetapi kendali tetap di tangan mahasiswa. Mesin membantu. Pikiran memimpin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Pelatihan Servis Laptop – Praktis dan Siap Kerja

[CLOSED] Lowongan Kerja di Mataram IT – Penjaga Bengkel & Kurir [selesai]

๐Ÿ“ข Lowongan Kerja: Asisten Teknisi Laptop – Mataram IT