Dia gak mau salaman, aliran apa ini?
Menolak bersalaman dengan non-mahram tidak otomatis menunjukkan “aliran” tertentu. Itu adalah sikap fiqih, bukan identitas teologi atau kelompok.
Dalam fiqih Islam klasik, banyak ulama memang memandang bersentuhan antara laki-laki dan perempuan non-mahram sebaiknya dihindari. Pendapat ini ditemukan dalam berbagai mazhab fiqih Sunni. Karena itu, tindakan seorang perempuan yang menolak berjabat tangan bisa muncul dari beberapa kemungkinan berikut.
Pertama, mengikuti kehati-hatian fiqih umum.
Banyak ulama memandang sentuhan dengan non-mahram tidak dianjurkan atau haram. Orang yang memegang pendapat ini biasanya hanya ingin menjaga batas syariat. Ini tidak berkaitan dengan aliran teologi.
Kedua, mengikuti mazhab fiqih tertentu.
Misalnya dalam tradisi Mazhab Syafi'i, sentuhan laki-laki dan perempuan non-mahram juga dibahas secara ketat karena berkaitan dengan wudhu. Di lingkungan masyarakat yang kuat mazhab ini, sikap menjaga jarak fisik menjadi hal biasa.
Ketiga, mengikuti pendekatan konservatif atau skriptural.
Dalam beberapa komunitas yang terinspirasi oleh pemikiran ulama seperti Ibn Taymiyyah, sikap menghindari jabat tangan dengan non-mahram juga sangat dianjurkan. Namun sekali lagi, ini bukan satu-satunya kelompok yang memegang pendapat tersebut.
Karena itu kesimpulan yang jujur secara ilmiah adalah:
menolak bersalaman dengan non-mahram bukan penanda aliran, melainkan pilihan fiqih dan adab pergaulan yang bisa ditemukan di banyak tradisi Sunni.
Sering kali orang awam menyederhanakan: “kalau tidak mau salaman berarti kelompok tertentu”. Padahal dalam khazanah fiqih Islam yang luas, sikap itu bisa muncul dari berbagai latar pemahaman, bukan satu label saja.
Komentar
Posting Komentar