Kamera tetap merekam, tetapi kesadaran tidak lagi merasa direkam
Perhatian manusia bukan sumber daya tak terbatas. Sistem kognitif selalu melakukan seleksi terhadap stimulus yang dianggap penting. Ketika suatu stimulus hadir terus menerus tanpa perubahan signifikan, otak secara efisien menurunkan prioritasnya. Inilah yang disebut attentional filtering.
Dalam literatur psikologi kognitif, dua mekanisme utama relevan.
Pertama adalah attentional habituation. Sistem persepsi belajar bahwa stimulus yang sama tidak memerlukan respons baru. Kamera yang awalnya memicu kewaspadaan lambat laun diperlakukan seperti lampu atau ventilasi. Ia tetap terlihat, tetapi tidak lagi diproses secara aktif oleh perhatian.
Kedua adalah change blindness. Penelitian Daniel Simons dan Christopher Chabris menunjukkan bahwa manusia sering gagal menyadari perubahan yang jelas ketika perhatian sudah terkunci pada tugas lain. Dalam lingkungan pendidikan atau asrama, fokus santri lebih banyak pada aktivitas harian. Kamera menjadi bagian dari latar, bukan objek perhatian.
Ketiga adalah fenomena vigilance decrement yang dikenal dalam psikologi pengawasan operator. Dalam tugas monitoring yang monoton, kemampuan manusia mendeteksi anomali menurun seiring waktu. Penelitian Mackworth pada tahun 1948 tentang radar operator menunjukkan bahwa akurasi deteksi menurun drastis setelah sekitar 30 menit pengawasan kontinu. Prinsip yang sama dapat dibalik. Jika pengawas mengalami vigilance decrement, individu yang diawasi juga mengalami awareness decrement terhadap sistem pengawasan.
Dari sudut pandang struktural, lingkungan dengan banyak sensor menciptakan paradoks. Semakin banyak alat pengawasan dipasang, semakin besar kemungkinan sistem perhatian manusia menormalisasinya.
Pengawasan berbasis perangkat keras tidak bekerja terutama pada level teknologi. Ia bekerja pada level psikologi perhatian manusia. Ketika perhatian berhenti memproses keberadaan pengawasan, maka efek disipliner yang diharapkan juga melemah.
Dalam bahasa yang lebih sunyi:
kamera tetap merekam, tetapi kesadaran tidak lagi merasa direkam.
Komentar
Posting Komentar