sesungguhnya ia tak peduli
Ada seorang lelaki yang sangat tidak peduli. [draft] Setidaknya begitu pengakuannya. Hampir setiap kali bertemu orang, dia selalu punya kesempatan untuk mengatakan bahwa dirinya tidak peduli terhadap apa pun yang dikatakan orang lain tentang dirinya. Kadang disampaikan sambil tertawa, kadang dengan wajah serius, sesekali melalui tulisan panjang di media sosial. Dia tidak peduli. Sungguh. Bahkan dia merasa perlu mengulanginya beberapa kali agar orang-orang benar-benar memahami bahwa dirinya tidak peduli. Suatu sore, di sebuah warung kopi, seorang kawannya bertanya. "Masih mengikuti perkembangan orang itu?" Lelaki tersebut mengangkat wajah. "Siapa?" "Ya, orang yang dulu pernah berselisih denganmu." "Oh, dia. Saya sudah tidak peduli." Lalu dia mulai bercerita. Tentang unggahan terakhir orang itu, tentang siapa yang memberikan komentar, tentang perubahan pekerjaannya, tentang beberapa orang yang belakangan terlihat dekat dengannya. Dia bahkan tahu s...