tentang risiko yang dapat diprediksi
CCTV Rusak Karena Tikus: Risiko Tak Terduga atau Kegagalan Maintenance?
Ketika terjadi kehilangan barang milik santri dan CCTV tidak dapat digunakan karena kerusakan yang diduga akibat gigitan tikus, pertanyaan manajerial yang muncul bukan sekadar "mengapa ada tikus?", melainkan "apakah risiko tersebut sudah diprediksi dan dimitigasi?"
1. Tikus Adalah Risiko yang Dapat Diprediksi
Dalam dunia teknis dan manajemen fasilitas, keberadaan tikus bukan termasuk kategori force majeure seperti gempa bumi, banjir besar, atau sambaran petir. Tikus merupakan risiko operasional yang telah lama dikenal dalam pengelolaan bangunan, jaringan listrik, dan sistem CCTV.
Karena itu, kerusakan kabel akibat gigitan tikus secara prinsip termasuk risiko yang seharusnya sudah masuk dalam perencanaan dan pengelolaan sarana.
2. Maintenance Bukan Hanya Memperbaiki Setelah Rusak
Banyak organisasi keliru memahami maintenance sebagai kegiatan memperbaiki setelah kerusakan terjadi.
Padahal konsep modern maintenance mencakup:
- Preventive Maintenance (pencegahan)
- Inspection (pemeriksaan berkala)
- Risk Mitigation (pengendalian risiko)
- Corrective Action (perbaikan ketika terjadi gangguan)
Artinya, tujuan maintenance bukan sekadar memperbaiki CCTV yang mati, melainkan mencegah CCTV mati sejak awal.
3. Pertanyaan Audit yang Relevan
Jika alasan kerusakan adalah tikus, maka auditor atau wali santri secara wajar dapat menanyakan:
- Apakah jalur kabel dilindungi pipa atau conduit?
- Apakah ada inspeksi rutin terhadap instalasi?
- Apakah ada dokumentasi maintenance?
- Apakah terdapat program pengendalian hama?
- Berapa lama CCTV tidak berfungsi?
- Apakah garansi masih berlaku dan sudah diklaim?
- Apa mitigasi sementara selama CCTV mati?
4. Yang Sedang Diaudit Sebenarnya Bukan Tikus
Tikus hanya penyebab langsung (direct cause).
Pertanyaan manajemen yang lebih penting adalah apakah sistem telah dirancang untuk menghadapi risiko yang memang sudah diketahui sebelumnya.
5. Kesimpulan
Secara profesional, kerusakan CCTV akibat tikus tidak otomatis membuktikan vendor buruk atau terjadi penyimpangan tender.
Namun, karena risiko tikus termasuk risiko yang dapat diprediksi, maka organisasi yang mengelola fasilitas memiliki tanggung jawab untuk:
- Mengidentifikasi risiko tersebut.
- Melakukan mitigasi yang memadai.
- Melaksanakan maintenance berkala.
- Menyediakan tindakan korektif yang cepat saat gangguan terjadi.
"Bukan keberadaan tikus yang menjadi temuan utama, melainkan apakah sistem pemeliharaan telah dirancang untuk mengantisipasi risiko tikus yang memang sudah dapat diperkirakan sejak awal."
Komentar
Posting Komentar