Kita gunakan panel pada gambar FNIRSI-1014D itu sebagai referensi langsung. Fokus: setting spesifik untuk ukur ripple adaptor 19V. Ikuti urutan ini secara presisi. STEP 1 — Koneksi Probe Colok probe ke CH1 (port BNC kiri bawah). Geser saklar probe ke 10X. Jepit ground ke negatif adaptor. Ujung probe ke pin positif 19V. Gunakan ground pendek, jangan kabel panjang. Jika ground panjang, Anda mengukur noise udara, bukan ripple. STEP 2 — Aktifkan Channel Tekan tombol CH1. Masuk ke CONF. Set: • Probe = 10X • Coupling = AC Alasan: kita ingin melihat fluktuasi kecil, bukan DC 19V. Jika tetap DC coupling, layar akan terdorong keluar. STEP 3 — Atur Skala Tegangan Gunakan knob VOLTS/DIV CH1 (knob vertikal kiri bawah cluster channel). Mulai dari: 100mV/div Jika ripple kecil: turunkan ke 50mV/div. Jika layar penuh: naikkan sedikit. Tujuannya: ripple memenuhi 3–5 divisi vertikal. STEP 4 — Atur Time Base Gunakan knob TIME/DIV (knob besar bagian hori...
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Panduan Interaktif Osiloskop Digital FNIRSI-1014D Versi ringkas interaktif berbasis dokumen teknis komprehensif 1. Arsitektur & Spesifikasi Nyata Bandwidth Nominal: 100 MHz Sampling Rate: 1GSa/s (dengan teknik interleaved / ETS) Bandwidth Efektif Nyata: ±30–50 MHz tergantung kondisi probe & sinyal. Implikasi: pengukuran sinyal digital rise time sangat cepat berpotensi mengalami distorsi. Generator DDS Terintegrasi Sinus hingga ±10 MHz Kotak, segitiga, sawtooth Amplitudo terbatas (sering 2.5–5Vpp) Catatan Ground: Floating ground jika adaptor 5V tidak terhubung ke PC. Risiko short saat USB terhubung ke sistem ter-grounding. 2. Antarmuka & Grid Layar Sumbu Vertikal (8 divisi) Diatur oleh Volts/Div. Baseline ditandai panah warna per channel. Sumbu Horizontal (10–12 divisi) Diatur oleh Time/Div. Berlaku untuk semua channel aktif. Status Trigger Probe RUN: Akuisisi aktif STOP: Data statis di buffer Auto: Tetap refresh walau ...
Teknisi ahli jangan mau dimanipulasi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Struktur yang Cacat Lebih Berbahaya daripada Kompetitor Oleh: Imam Surya Budi Ironi dalam dunia servis bukan lahir dari emosi yang tersinggung. Ironi lahir dari struktur yang cacat. Seorang teknisi menyewa toko sendiri. Menanggung listrik, sewa, alat ukur, risiko salah diagnosis, risiko unit gagal, reputasi yang dibangun pelan-pelan. Ia menyusun metodologi. Ia membaca skema. Ia memahami bahwa diagnosis bukan tebak-tebakan, melainkan kerja intelektual dengan probabilitas dan konsekuensi. Namun pada saat yang sama, ia memberikan harga khusus kepada makelar. Makelar itu tidak memahami metodologi diagnosis. Tidak mampu menjelaskan risiko teknis kepada konsumen. Tidak memahami batas sistem. Tidak mengerti bahwa unit bekas menyimpan ketidakpastian. Tetapi makelar memegang akses pasar. Mengontrol komunikasi. Membentuk persepsi. Karena selisih harga yang terlalu lebar, makelar mampu menjual lebih murah daripada harga resmi teknisi di tokonya sendiri. Ini bukan sekadar diskon. Ini kegagalan des...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Waktu Stabilisasi TIM │ ├─ Pendahuluan │ ├─ Resistansi termal antarmuka │ ├─ Peran TIM mengganti udara │ └─ Konsep waktu stabilisasi (curing/break-in) │ ├─ Mekanisme Stabilisasi │ ├─ Wetting dynamics │ ├─ Bond Line Thickness (BLT) reduction │ └─ Structural reorganization │ ├─ Klasifikasi Material │ ├─ Thermal Grease │ │ ├─ Non-curing, shear-thinning │ │ └─ Stabilisasi fisik (instan) │ ├─ Curing Compounds │ │ ├─ Polimerisasi/penguapan │ │ └─ Butuh siklus termal │ ├─ Phase Change Materials (PCM) │ │ ├─ Padat → cair (45–60°C) │ │ └─ Stabilisasi lewat siklus leleh/padat │ └─ Liquid Metal │ ├─ Newtonian, viskositas rendah │ └─ Reaksi intermetalik dengan Cu/Ni │ ├─ Analisis Wa...
Paradoks Otonomi dalam Pendidikan Jarak Jauh
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Analisis Strategis Ekosistem Pembelajaran Non-SIPAS Universitas Terbuka: Arsitektur Manajemen Kognitif, Mitigasi Risiko Akademik, dan Protokol Perencanaan Studi bagi Mahasiswa Profesional 1. Pendahuluan: Paradoks Otonomi dalam Pendidikan Jarak Jauh Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang diselenggarakan oleh Universitas Terbuka (UT) merepresentasikan sebuah disrupsi positif dalam demokratisasi akses pendidikan tinggi di Indonesia. Namun, bagi segmen mahasiswa yang bekerja ( working students ), model ini menghadirkan tantangan multidimensi yang sering kali tidak terantisipasi pada fase awal registrasi. Analisis ini berfokus secara eksklusif pada skema Non-SIPAS (Sistem Paket Semester) , sebuah varian layanan akademik yang menawarkan fleksibilitas tertinggi namun menuntut akuntabilitas manajemen diri yang ekstrem. Berbeda dengan layanan Sistem Paket Semester (SIPAS) yang menyediakan kurikulum terstruktur dan bahan ajar terintegrasi, skema Non-SIPAS menempatkan mahasiswa sebagai arsitek penuh at...