Analisis Manajemen Mutu ISO 9001:2015 terhadap Kasus CCTV Rusak karena Tikus
CCTV Rusak Karena Tikus: Perspektif Manajemen Mutu ISO 9001:2015
Dalam manajemen mutu modern, penjelasan mengenai penyebab teknis suatu gangguan sering kali bukan akhir dari proses evaluasi, melainkan awal dari proses analisis yang lebih mendalam.
Sebagai contoh, ketika sebuah sistem CCTV mengalami gangguan karena kabel digigit tikus, pertanyaan manajemen mutu biasanya tidak berhenti pada:
"Apa yang menyebabkan kerusakan?"
Melainkan berkembang menjadi:
"Apakah risiko tersebut telah diidentifikasi, dipantau, dan dimitigasi sebelumnya?"
Dalam banyak lingkungan operasional seperti sekolah, asrama, gudang, area plafon, jalur utilitas, maupun bangunan dengan ruang servis, keberadaan tikus bukanlah fenomena yang sepenuhnya tidak terduga. Oleh karena itu, risiko gangguan terhadap kabel dan infrastruktur umumnya termasuk kategori risiko operasional yang dapat dipertimbangkan dalam perencanaan dan pemeliharaan.
Pendekatan ISO 9001:2015 mendorong organisasi untuk menerapkan risk-based thinking, yaitu cara berpikir yang mempertimbangkan risiko dan peluang dalam setiap proses yang mempengaruhi mutu layanan.
Dari perspektif tersebut, perhatian auditor atau evaluator mutu biasanya tidak terfokus pada tikus sebagai penyebab langsung, melainkan pada efektivitas sistem pengendalian yang mendukung operasional organisasi.
Pertanyaan yang lazim muncul antara lain:
• Apakah terdapat identifikasi risiko terhadap infrastruktur kritis?
• Apakah tersedia program preventive maintenance?
• Apakah dilakukan inspeksi berkala?
• Apakah terdapat dokumentasi kerusakan dan tindakan korektif?
• Apakah terdapat evaluasi efektivitas perbaikan?
• Apakah terdapat mekanisme pencegahan agar kejadian serupa tidak berulang?
Dalam pendekatan manajemen mutu, keberadaan fasilitas secara fisik belum tentu menjadi ukuran keberhasilan. Yang lebih penting adalah kemampuan fasilitas tersebut menjalankan fungsi yang diharapkan ketika dibutuhkan.
Karena itu, evaluasi mutu umumnya tidak berfokus pada ada atau tidak adanya masalah. Tidak ada organisasi yang sepenuhnya bebas dari gangguan teknis.
Yang menjadi perhatian adalah bagaimana organisasi mengidentifikasi risiko, mengelola sumber daya, mendokumentasikan tindakan, melakukan perbaikan, serta membangun proses pembelajaran berkelanjutan dari setiap kejadian yang terjadi.
Dengan demikian, dalam perspektif ISO 9001:2015, pertanyaan yang paling menarik sering kali bukan:
"Mengapa kerusakan terjadi?"
melainkan:
"Apakah sistem telah dirancang untuk mengantisipasi risiko yang secara wajar sebenarnya sudah dapat diperkirakan sebelumnya?"
Komentar
Posting Komentar