SEKUEL: YANG TAK LAGI DITUNGGU
barangkali ada yang berubah setelah pagi itu. bukan pada jam, bukan pada pintu, bukan pula pada seseorang yang masih menyimpan kemungkinan. hanya ada sesuatu dalam diriku yang perlahan berhenti menganggap setiap undangan sebagai alasan untuk berangkat.
aku tak pernah benarbenar tahu apa yang membuat waktu begitu panjang bagi sebagian orang, begitu singkat bagi yang lain. mungkin mereka memiliki cara sendiri untuk mengukur sesuatu yang tak terlihat.
aku pun begitu.
sejak itu, aku mulai memahami bahwa tidak semua yang tertunda perlu dikejar. ada yang cukup dibiarkan menjadi jarak. ada yang tak perlu ditanyakan kembali. dan ada yang tetap kita hormati, meski tak lagi kita datangi.
pagi masih datang seperti biasa. angkaangka masih berbaris di dinding. hanya saja, ketika seseorang menyebut sebuah jam, aku tak lagi mendengar waktu.
aku mendengar kemungkinan.
dan kemungkinan, sebagaimana yang pernah kucatat, tak selalu harus disambut.
Komentar
Posting Komentar