Pisau Kenangan (pinang)
https://suno.com/s/Yfb9e0FLF50uOocv
https://suno.com/song/d1ed97d5-5a92-4888-ad66-99979f9586c0
[Intro — piano gelap, hujan jauh]
Malam...
kembali menyebut namamu.
Dan aku...
masih di sini.
Dengan luka
yang belum tahu
bagaimana caranya
menjadi sembuh.
[Verse 1]
Aku pernah mencintai
seperti orang bodoh...
memberikan seluruh pintu
lalu lupa
menyisakan jalan pulang.
Kau pergi...
dan sesuatu dalam diriku
ikut pergi.
Bukan tubuhmu.
Bukan suaramu.
Tetapi bagian diriku
yang pernah percaya.
[Verse 2]
Aku masih menyimpan
kenangan terakhir...
seperti racun
di dalam darah.
Tidak membunuh.
Tidak menyembuhkan.
Hanya tinggal...
dan perlahan
mengubah cara
aku bernapas.
[Pre-Chorus]
Ajari aku
melupakanmu.
Atau...
ajari aku
menikmati luka ini.
Sebab setiap kali
aku mencoba sembuh,
namamu
kembali menjadi darah.
[Chorus]
Aku ingin menikam
semua kenangan...
tetapi pisau itu
selalu kembali
kepada tanganku.
Aku ingin membakar
semua cerita...
tetapi asapnya
tetap membentuk
wajahmu.
Aku ingin pergi...
namun kakiku
masih mengenal
jalan pulang.
[Verse 3]
Malam bertanya:
mengapa masih di sini?
Aku tidak menjawab.
Sebab mungkin...
aku sendiri
tidak tahu.
Aku hanya tahu
bahwa kehilanganmu
tidak membuatmu hilang.
Kau tinggal...
di antara
diam dan pikiranku.
[Bridge — piano tunggal]
Aku mencoba bersujud...
tetapi bayanganku
masih sehitam dulu.
Aku menundukkan kepala...
dan bertanya:
kapan putih?
...
Tuhan diam.
Atau mungkin...
aku yang terlalu berisik
untuk mendengar.
[Instrumental — cello, violin, distant choir]
[Verse 4]
Ada luka
yang tidak meminta obat.
Ada cinta
yang tidak meminta kembali.
Ada kenangan
yang hanya ingin
tetap dikenang.
Dan ada aku...
yang belum selesai
dengan diriku sendiri.
[Final Chorus — intens]
Aku ingin menikam
semua kenangan...
namun pisau itu
menemukan
kesejatiannya
sebagai pisau.
Aku ingin membunuh
semua rasa...
namun rasa
tidak pernah benar-benar mati.
Ia hanya berpindah...
dari dada
ke tulisan.
Dari tulisan
ke malam.
Dari malam
ke mimpi.
Dan dari mimpi...
kembali kepadamu.
[Outro — sangat pelan]
Jika suatu hari
aku berhenti menulis
tentangmu...
jangan kira
aku sudah lupa.
Mungkin...
aku hanya sudah terlalu lelah
untuk mengingat.
[Whisper]
Dan mungkin...
itu yang disebut
sembuh.

Komentar
Posting Komentar