yang tak selesai


sebab yang mati bukan cinta, melainkan 

harapan akan bentuknya.


dan yang hidup bisa saja bukan aku, melainkan 

pertanyaan yang belum selesai.


aku pernah begitu yakin bahwa sesuatu yang berhenti 

hanyalah sesuatu yang belum kutemukan caranya.


maka kucoba lagi.


mengulang langkah, mengingat percakapan, menelusuri bagianbagian kecil yang 

barangkali luput dari perhatian.


anehnya, semakin lama kupahami, semakin banyak yang tak bisa kupastikan.


ada yang tampak baik saja sampai suatu hari taklagi memberi tanda.


ada yang berkalikali kembali, meski kukira telah selesai.


ada pula yang berubah setelah kusentuh, seolah kehadiranku sendiri menjadi bagian dari persoalan.


aku taktahu sejak kapan mulai mengerti bahwa memperbaiki takselalu berarti 

mengembalikan segala ke bentuk semula.


sebab mungkin, yang kuanggap kerusakan hanyalah sesuatu yang 

taklagi bekerja sebagaimana harapanku.


dan mungkin juga, yang kusebut kehilangan adalah caraku sendiri menolak 

kenyataan bahwa sesuatu telah berubah.


pada usia ketika seseorang semestinya lebih tahu batas antara 

keinginan dan kenyataan, aku masih saja menghabiskan waktu mencari penyebab dari 

halhal yang takkunjung pulih.


bukan karena taktahu kapan harus berhenti.


aku hanya belum menemukan alasan yang cukup kuat untuk menyebut semua ini benar-benar selesai.


sebab ada perbedaan antara taklagi menemukan masalah dan menemukan bahwa masalah memang sudah tiada.


ada perbedaan antara sesuatu yang kembali berfungsi dan sesuatu yang sungguhsungguh pulih.


aku tahu itu.


atau setidaknya, aku ingin percaya bahwa 

aku tahu.


tetapi pada akhirnya, selalu ada satu pertanyaan yang takbisa kujawab hanya dengan 

mengulang apa yang pernah berhasil.


jika semuanya kembali seperti semula, apakah yang hilang benarbenar kembali?


atau aku hanya sedang berusaha membuktikan bahwa aku belum gagal?


sebab yang mati bukan cinta, melainkan 

harapan akan bentuknya.


dan yang hidup bisa saja bukan aku, melainkan 

pertanyaan yang belum (takpernah) selesai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membaca Kesehatan SSD: Mengapa Angka “Sehat” Tidak Selalu Aman

Logika Pembayaran Servis Laptop terutama yang bekas gagal servis tempat lain