Data Santri Diminta Ulang: Masalah Bukan di Formulir, tetapi di Ingatan Institusi
Data Santri Diminta Ulang: Masalah Bukan di Formulir, tetapi di Ingatan Institusi Di banyak lembaga pendidikan, khususnya sekolah dan pesantren, praktik pendataan santri menunjukkan pola yang berulang. Data yang sama diminta kembali setiap enam bulan hingga satu tahun. Nama santri, identitas orang tua, alamat, dan berkas pendukung relatif tidak berubah. Yang berubah hanyalah formulirnya. Fenomena ini sering dianggap wajar. Padahal, jika ditelaah secara struktural, pengulangan tersebut bukan persoalan administratif biasa, melainkan indikasi lemahnya tata kelola arsip digital. Pertanyaan yang Jarang Diajukan Jika seluruh pendataan dilakukan melalui Google Form, di mana data tersebut sebenarnya disimpan dan dikelola. Apakah lembaga memiliki arsip internal yang terstruktur, atau seluruh ingatan administratif dititipkan pada layanan gratis tanpa sistem jangka panjang. Pertanyaan ini penting karena menyentuh inti tanggung jawab institusional. Formulir adalah alat pengum...