Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Panduan Teknis Menilai SSD

Panduan Teknis Menilai SSD Bekas Untuk Dibeli dan Dijual Secara Bertanggung Jawab SSD bekas bukan barang haram. Ia menjadi masalah hanya ketika diuji secara serampangan dan dinilai dengan logika yang salah. Banyak konflik jual beli SSD bekas lahir bukan dari kerusakan, melainkan dari ekspektasi palsu yang dibangun oleh pengujian setengah matang. Artikel ini membedah cara uji yang benar, berurutan, dan dapat dipertanggungjawabkan . Bukan untuk membuat SSD tampak sempurna, tetapi untuk menyatakan kondisinya apa adanya. 1. Prinsip Dasar Sebelum Menguji Pertama, lepaskan satu ilusi populer: tidak ada SSD bekas yang benar-benar “aman” tanpa syarat . Yang ada hanyalah: layak pakai dalam konteks tertentu, dengan batasan tertentu, dan risiko yang harus disebutkan. Maka tujuan pengujian bukan mencari label sehat, tetapi memetakan perilaku dan batas . Gunakan PC atau laptop uji , bukan sistem utama konsumen. Hindari SSD konsumen dipakai sebagai alat diagnosis. Ini bukan soal teknis semata, tetap...

Iron Triangle dalam Servis Laptop

Gambar
Iron Triangle dalam Manajemen Proyek dan Relevansinya pada Servis Laptop: Dari Diagram Akademik ke Realitas Mesin yang Tidak Patuh Pendahuluan Dalam literatur manajemen proyek, iron triangle adalah salah satu konsep paling awal diperkenalkan dan paling sering disalahpahami. Ia diajarkan sejak bangku S1 sebagai fondasi berpikir tentang keterbatasan proyek. Namun justru karena kesederhanaannya, ia kerap diperlakukan sebagai slogan, bukan sebagai hukum operasional. Tulisan ini berangkat dari pertanyaan sederhana namun jarang dijawab dengan jujur: sejauh mana iron triangle relevan ketika diterapkan pada praktik servis laptop, khususnya pada kasus kompleks seperti mati total dan bluescreen intermitten. Iron Triangle: Asal Usul dan Makna Teoretis Iron triangle merumuskan tiga batas utama dalam proyek: waktu, biaya, dan ruang lingkup. Premisnya lugas. Ketiga variabel ini saling mengikat. Perubahan satu variabel akan memaksa penyesuaian pada dua lainnya. Tidak ada konfigurasi bebas risiko. Dal...

Menguliahkan Istri Lebih Dulu

Gambar
Menguliahkan Istri Lebih Dulu Sebuah Keputusan Manajerial, Bukan Emosional Keputusan cerdas tidak selalu tampak gagah. Ia sering sunyi, tidak populer, dan justru disalahpahami oleh mereka yang gemar simbol permukaan. Salah satunya adalah keputusan untuk menguliahkan istri lebih dulu, alih alih mengejar gelar bagi diri sendiri. Bagi sebagian orang, ini terlihat terbalik. Mengapa bukan sang suami yang melanjutkan pendidikan. Mengapa justru istri yang didorong masuk ruang akademik. Pertanyaan itu lahir dari cara berpikir linier, bukan dari pembacaan realitas sosial. Faktanya, dunia tidak menilai laki laki dan perempuan dengan timbangan yang sama. Perempuan harus membuktikan lebih banyak untuk dianggap setara. Kompetensi tanpa gelar sering diperlakukan sebagai kebetulan. Ide tanpa titel mudah diremehkan. Di sinilah gelar sarjana bekerja, bukan sebagai sumber kecerdasan, melainkan sebagai alat legitimasi. Bagi seorang suami yang telah memiliki modal intelektual, pengalaman, dan posisi ...

Mencontek ilmu tidak sama dengan menjalankan etika kerja

Gambar
 

Mengapa tarif ganti thermal paste bisa sangat berbeda

Gambar
Banyak orang bertanya mengapa tarif ganti thermal paste di satu tempat bisa Rp100 ribu, sementara di tempat lain jauh lebih tinggi. Pertanyaan itu wajar. Namun jawabannya tidak sesederhana “beda harga”. Yang sering dibandingkan hanyalah nama pekerjaannya, bukan isi dan bobot kerjanya. Di banyak bengkel, ganti thermal paste dipahami sebagai pekerjaan cepat: bongkar, oles, pasang kembali. Fokusnya unit hidup dan terasa lebih dingin sesaat. Tidak ada pembacaan kondisi sistem termal, tidak ada pengujian suhu pasca-rakit, dan tidak ada tanggung jawab teknis jika gejala baru muncul di hari-hari berikutnya. Pekerjaan selesai ketika obeng diletakkan. Fakta lapangan yang kami temui justru berbicara sebaliknya. Sebagian signifikan unit yang masuk ke bengkel kami adalah laptop yang baru saja diganti thermal paste di tempat lain , namun kembali mengalami panas berlebih, throttle, mati mendadak, atau kipas bekerja tidak wajar. Saat dibongkar ulang, kami mendapati pola yang berulang: pasta berlebih ...

GARANSI SERVIS JASA TEKNIS DALAM KERANGKA ETIKA, HUKUM PEMASARAN, DAN MUAMALAT

Gambar
Pendahuluan Dalam praktik jasa servis teknis, garansi kerap digunakan sebagai instrumen pembangun kepercayaan. Namun, ketika garansi diposisikan secara kabur—seolah menjamin seluruh kondisi dan umur pakai perangkat—ia berubah dari alat etis menjadi sumber konflik. Kesalahan ini bukan semata kegagalan pemahaman konsumen, melainkan kegagalan disiplin komunikasi pemasaran. Dr. Sigit Handoko menegaskan bahwa etika pemasaran berakar pada kejujuran informasi dan larangan penyesatan, baik secara eksplisit maupun implisit. Dalam perspektif muamalat, ketidakjelasan tersebut bukan hanya cacat etika, tetapi juga membuka pintu pada gharar —ketidakpastian yang mencemari keabsahan imbalan. Etika Pemasaran dan Kejujuran Informasi Menurut Dr. Sigit Handoko, hak utama konsumen adalah memperoleh informasi yang jelas, benar, dan proporsional. Kejujuran pemasaran tidak berhenti pada tidak berbohong, tetapi mencakup kewajiban menjelaskan batas, risiko, dan ruang lingkup layanan. Dalam muamalat, prinsip ini...

panduan praktis untuk menguji pernyataan bengkel servis laptop

Gambar
Tulisan ini adalah panduan praktis untuk menguji kebenaran logika formal sebuah pernyataan ( mintalah pernyataan tertulis ) di service center atau bengkel dengan bantuan AI gratisan sekalipun, termasuk ChatGPT, DeepSeek, dan Gemini. Fokusnya bukan pada hasil servis, melainkan pada apakah cara berpikir yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan secara logis. 1. Membongkar Struktur Logika Dasar Gunakan prompt berikut untuk memaksa pernyataan bengkel tampil apa adanya, tanpa kabut istilah teknis. Ubah pernyataan berikut menjadi struktur logika formal. Pisahkan dengan jelas: 1. Premis eksplisit 2. Premis implisit (jika ada) 3. Kesimpulan Jangan menambah asumsi baru. Pernyataan: [ salin pernyataan bengkel di sini ] Jika AI harus menebak terlalu banyak premis implisit, maka sejak awal pernyataan tersebut tidak jujur secara logika. 2. Uji Sebab Akibat Prompt ini digunakan untuk memeriksa apakah kesimpulan benar-benar lahir dari sebab yang disebutkan. Evaluasi apakah kesim...

GARANSI SERVIS JASA TEKNIS

Gambar
GARANSI SERVIS JASA TEKNIS DALAM KERANGKA ETIKA DAN HUKUM PEMASARAN Pendahuluan Dalam praktik jasa servis, garansi sering diposisikan sebagai alat pembangun kepercayaan. Namun, pada titik tertentu, ia justru menjadi sumber konflik karena disalahpahami sebagai jaminan menyeluruh atas umur pakai dan seluruh kondisi perangkat. Kesalahan ini bukan semata kesalahan konsumen, melainkan kegagalan komunikasi pemasaran yang tidak disiplin secara etika. Buku Etika dan Hukum dalam Pemasaran yang ditulis oleh Dr. Sigit Handoko, S.H., M.H., C.Me. menegaskan bahwa etika pemasaran bertumpu pada kejujuran informasi dan larangan praktik penyesatan, baik secara eksplisit maupun implisit . Prinsip ini menjadi landasan penting dalam membahas posisi garansi servis secara rasional dan adil. Etika Pemasaran dan Kejujuran Informasi Dr. Sigit Handoko menjelaskan bahwa konsumen memiliki hak untuk memperoleh informasi yang jelas, akurat, dan tidak menyesatkan mengenai produk maupun jasa yang ditawarkan. Kejuju...

Ilusi Kompetensi: perantara yang menyamar sebagai ahli

Gambar
Ketika “Ahli” Hanya Menjadi Perantara: Risiko Tersembunyi di Balik Servis Laptop Di lapangan, kami sering menerima unit yang sudah “berkeliling”. Bukan karena rusaknya berat sejak awal, tetapi karena salah ditangani oleh orang yang berpura-pura paham . Polanya berulang. Ada individu—entah punya toko atau tidak—yang tampil meyakinkan di depan konsumen. Ia menyebut diri ahli. Ia menjanjikan solusi. Namun faktanya, ia tidak memperbaiki apa pun . Unit hanya dilempar dari satu tempat ke tempat lain, dimulai dari yang termurah. Jika gagal, pindah lagi. Jika rusak makin parah, barulah unit dibawa ke bengkel yang lebih serius. Di titik ini, konsumen sudah rugi dua kali: uang keluar, dan kondisi unit memburuk. Masalah utamanya bukan soal salah pilih bengkel. Masalahnya adalah penipuan peran . Bukan Semua Perantara Itu Salah Dalam dunia jasa, perantara itu sah. Yang bermasalah adalah perantara yang menyamar sebagai ahli . Ada perbedaan mendasar antara: – Teknisi : bekerja langsung dan bertanggun...

Pelatihan Servis Laptop

Gambar
Pelatihan Troubleshooting Teknis dengan Metode IntroThink Pelatihan ini lahir dari satu pengakuan sederhana namun jarang diucapkan secara terbuka: sebagian besar kegagalan teknis bukan disebabkan oleh kurangnya alat, melainkan oleh cara berpikir yang tergesa. Banyak kerusakan memburuk bukan karena mesin terlalu kompleks, tetapi karena diagnosis dilakukan terlalu cepat. Metode IntroThink tidak ditujukan untuk mencetak teknisi serba bisa. Ia juga tidak dirancang untuk mempercepat proses servis. Fokus utama pelatihan ini adalah membentuk kerangka berpikir yang sistematis, bertahap, dan dapat dipertanggungjawabkan ketika berhadapan dengan sistem yang tidak lagi berada dalam kondisi ideal. Dalam praktik lapangan, banyak unit datang sebagai “pasien rujukan”. Bekas dibongkar, bekas gagal servis, atau mengalami intervensi tanpa analisis yang memadai. Kasus semacam ini tidak bisa diperlakukan seperti kerusakan awal. Risiko lebih tinggi, hasil lebih terbatas, dan diagnosis menjadi jauh lebih ...

Laptop yang sudah dicek di Service Center Resmi dan dinyatakan tidak layak diperbaiki apakah merupakan vonis akhir?

Gambar
ASUS X403FA Catatan Riwayat Servis: Unit ini sebelumnya pernah dibawa ke service center resmi ASUS. Berdasarkan keterangan konsumen, unit dinyatakan perlu dilakukan penggantian mainboard. Perlu dicatat bahwa service center resmi ASUS tidak melakukan reparasi motherboard pada tingkat komponen. Dalam praktik standar, apabila unit masih dalam masa garansi, tindakan yang dilakukan adalah penggantian mainboard secara utuh. Karena unit ini sudah di luar masa garansi, konsumen dikenakan biaya pengecekan sebesar Rp100.000. Pengecekan di service center bersifat pemeriksaan fisik dan prosedural sesuai kebijakan internal pabrikan, tanpa disertai penjelasan teknis detail mengenai titik kerusakan atau penyebab spesifik pada level komponen. Dengan demikian, status “ganti mainboard” merupakan keputusan berbasis kebijakan layanan pabrikan, bukan hasil diagnosis reparatif pada level motherboard. Tahapan Pengerjaan Versi Mataram IT dalam bingkai SBD (Service Berbasis Diagnosis) dengan metode IntroTh...

Yusuf Mansur: Anomali atau Modus

Gambar
  Memahami Yusuf Mansur: Anomali atau Modus Memahami Yusuf Mansur Anomali atau Modus Nama :contentReference[oaicite:0]{index=0} selalu memicu polarisasi. Sebagian melihatnya sebagai pendakwah yang memberi harapan. Sebagian lain menilainya sebagai simbol problem dakwah populer di era digital. Pertanyaannya bukan soal suka atau tidak suka, melainkan apakah fenomena ini sebuah anomali yang tidak disengaja, atau sebuah modus yang bekerja sistematis. Anomali dalam Tradisi Keilmuan Jika diukur dengan standar tradisi keilmuan Islam, fenomena Yusuf Mansur adalah anomali. Ia tidak dikenal melalui karya ilmiah, tidak melalui jalur pengajaran fikih berlapis, dan tidak membangun otoritas lewat disiplin metodologis. Pesannya berputar pada satu poros narasi, yaitu sedekah sebagai kunci penyelesaian masalah hidup. Dalam tradisi ilmu, sedekah adalah ibadah. Ia tidak pernah dijanjikan sebagai mekanisme sebab-akibat yang deterministik. Ketika sedekah dipresentasikan seb...

Ketika Potongan Ceramah Menggantikan Kerja Berpikir

Kritik Budaya Dakwah Instan di YouTube Kritik Budaya Dakwah Instan di YouTube Ketika Potongan Ceramah Menggantikan Kerja Berpikir YouTube telah mengubah cara umat mengonsumsi dakwah. Bukan lagi melalui proses belajar yang bertahap, melainkan melalui potongan video singkat, judul provokatif, dan kesimpulan cepat. Di titik inilah masalah dimulai. Dakwah yang semestinya membangun kerangka berpikir berubah menjadi produksi reaksi. Bukan untuk dipahami, melainkan untuk segera disetujui atau ditolak. Budaya ini melahirkan generasi pendengar yang hafal kutipan, tetapi miskin metodologi. Kasus Berulang: Ceramah Ustadz Erwandi Tarmizi Ceramah Ustadz Erwandi Tarmizi sering dijadikan contoh untuk menuduh adanya dakwah yang keras dan tidak empatik. Potongan kalimat seperti “riba tetap riba” atau “tidak ada alasan darurat” diputar berulang, dipisahkan dari konteks, lalu disimpulkan sebagai vonis final. Pola salah pahamnya hampir selalu sama. Pertama, pendengar datan...

Mengapa Ceramah Ustadz Erwandi Tarmizi Sering Disalahpahami

Gambar
Mengapa Ceramah Ustadz Erwandi Tarmizi Sering Disalahpahami Antara Ketegasan Lisan dan Presisi Ilmiah Nama Ustadz Erwandi Tarmizi kerap muncul dalam perdebatan publik tentang riba dan muamalat. Di satu sisi, ceramah beliau di YouTube dianggap keras, kaku, bahkan tidak empatik. Di sisi lain, karya tulis beliau justru dipakai sebagai rujukan akademik yang tenang dan sistematis. Banyak orang mengira ini kontradiksi. Padahal yang terjadi bukan pertentangan isi, melainkan perbedaan medium dan fungsi komunikasi. YouTube Bukan Ruang Fikih Akademik Ceramah YouTube bekerja di ruang lisan yang cepat, reaktif, dan sarat pembenaran spontan. Audiens datang bukan membawa kerangka ilmu, tetapi membawa keputusan yang ingin dilegitimasi. Dalam konteks ini, gaya bicara Ustadz Erwandi bersifat memutus, bukan mengurai. Kalimat seperti “riba tetap riba” sering diucapkan tanpa penjelasan panjang. Ini bukan karena penyempitan hukum, melainkan strategi pedagogis. Tujuannya menghenti...

Mengapa Diagnosis Dibayar, Walau Perbaikan Tidak Selalu Berhasil

Gambar
Mengapa Diagnosis Dibayar Walau Perbaikan Tidak Selalu Berhasil Mengapa Diagnosis Dibayar, Walau Perbaikan Tidak Selalu Berhasil Dalam layanan teknis, masalah utama bukan soal mahal atau murah. Masalahnya adalah kejelasan. Di bagian awal buku Harta Haram Muamalat Kontemporer , Dr. Erwandi Tarmizi mengutip peringatan Umar bin Khattab: “Jangan berjualan di pasar ini kecuali orang yang memahami muamalat.” (tercantum pada sampul dan halaman awal buku) Pesan ini bukan soal simbol agama, melainkan soal tanggung jawab. Pasar adalah ruang berisiko. Orang yang tidak memahami hakikat transaksi akan merugikan pihak lain, meski tanpa niat jahat. Diagnosis adalah kerja, bukan janji hasil Dalam pembahasan tentang transaksi yang tidak jelas hasil dan risikonya, buku ini menegaskan bahwa menjual sesuatu yang belum jelas hakikatnya adalah cacat transaksi. Pembahasan ini dapat ditemukan pada Bab III: Gharar Harta Haram , sekitar halaman 237–245 cetakan ke-12. Kar...

Servis Laptop Bukan Keterampilan Tangan

Servis Laptop Bukan Keterampilan Tangan Servis Laptop Bukan Keterampilan Tangan Ia adalah disiplin berpikir, membaca sistem, dan mengelola batas. Servis laptop sering dipahami secara keliru sebagai keterampilan tangan semata. Pandangan ini menyederhanakan pekerjaan teknis sekaligus menciptakan ekspektasi keliru bagi pemula, pemilik bengkel, dan institusi pendidikan. Tulisan ini tidak menawarkan kisah inspiratif. Ia memaparkan realitas belajar servis laptop secara apa adanya: panjang, mahal, dan penuh batas. 1. Titik Masuk Sosial dan Ekonomi Sebagian besar teknisi laptop tidak lahir dari jalur pendidikan teknik formal, melainkan dari keterbatasan pilihan kerja. Lulusan SMA tanpa dasar elektronik masuk ke dunia servis laptop karena hambatan awalnya relatif rendah. Namun rendahnya pintu masuk sering disalahartikan sebagai mudahnya perjalanan di dalam. 2. Fase Dasar: Tukang Pasang Tahap awal hampir selalu berisi pekerjaan prosedural: instal ulang sist...

Data Santri Diminta Ulang: Masalah Bukan di Formulir, tetapi di Ingatan Institusi

Gambar
  Data Santri Diminta Ulang: Masalah Bukan di Formulir, tetapi di Ingatan Institusi Di banyak lembaga pendidikan, khususnya sekolah dan pesantren, praktik pendataan santri menunjukkan pola yang berulang. Data yang sama diminta kembali setiap enam bulan hingga satu tahun. Nama santri, identitas orang tua, alamat, dan berkas pendukung relatif tidak berubah. Yang berubah hanyalah formulirnya. Fenomena ini sering dianggap wajar. Padahal, jika ditelaah secara struktural, pengulangan tersebut bukan persoalan administratif biasa, melainkan indikasi lemahnya tata kelola arsip digital. Pertanyaan yang Jarang Diajukan Jika seluruh pendataan dilakukan melalui Google Form, di mana data tersebut sebenarnya disimpan dan dikelola. Apakah lembaga memiliki arsip internal yang terstruktur, atau seluruh ingatan administratif dititipkan pada layanan gratis tanpa sistem jangka panjang. Pertanyaan ini penting karena menyentuh inti tanggung jawab institusional. Formulir adalah alat pengum...